Sabtu, 12 November 2022

BIOTEKNOLOGI

Apa yang dimaksud dengan Bioteknologi?

Bioteknologi  itu berasal dari kata bio yang artinya makhluk hidup, dan teknologi, ya. Jadi, pengertian bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup secara utuh maupun bagian-bagiannya untuk menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu.

Maksudnya gimana, tuh? Maksudnya, kalau dalam keadaan utuh artinya makhluk hidupnya langsung dipakai secara utuh untuk menghasilkan produk atau jasa bioteknologi. Misalnya, kalau mau bikin nata de coco, maka bisa langsung menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum secara utuhContoh lainnya kacang kedelai yang langsung ditambahkan jamur Rhizopus oryzae untuk membuat tempe.

Terus, kalo cuma manfaatin bagian-bagiannya kayak gimana? Artinya, yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu yaitu bagian dari makhluk hidup itu, misal hanya diambil enzimnya aja atau DNA-nya aja, ya.

Oh iya, kaya yang udah dijelasin tadi nih meskipun nata de coco menggunakan mikroorganisme bakteri dalam pembuatannya, jangan takut ini bakal merusak kesehatanmu ya. Karena, penggunaan bakteri ini sudah diuji dan diolah sedemikian rupa, sehingga aman untuk kesehatan.


Penggolongan Bioteknologi

Bioteknologi terbagi menjadi 2 jenis, nih. Ada bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Lalu, apa aja sih bedanya? Kita cek satu-satu, yuk!

1. Bioteknologi konvensional

Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara langsung, dan umumnya secara utuh untuk menghasilkan atau memodifikasi produk dengan cara, prinsip, dan teknologi tertentu. 

Karakteristik bioteknologi konvensional di antaranya:

  • Memanfaatkan mikroorganisme secara langsung dan utuh. 
  • Memanfaatkan cara atau prinsip yang alami umumnya menggunakan prinsip fermentasi. 
  • Menggunakan alat dan bahan yang sederhana.
  • Tidak memerlukan keahlian khusus dalam pembuatannya.
  • Skala produksi kecil dan biaya yang digunakan relatif lebih murah.

Contoh bioteknologi konvensional, yaitu yogurt, nata de coco, tempe, tapai, dan kecap.

Sumber: https://www.ruangguru.com 

2. Bioteknologi modern

Bioteknologi modern adalah bioteknologi yang memanfaatkan makhluk hidup atau mikroorganisme secara tidak langsung, dan umumnya berupa bagian-bagian tertentu  untuk menghasilkan produk dengan cara prinsip atau teknologi tertentu. 

Karakteristik bioteknologi modern di antaranya:

  • Memanfaatkan mikroorganisme secara tidak langsung dan umumnya berupa bagian tertentu aja.
  • Memanfaatkan cara atau prinsip yang modern atau lebih canggih yaitu berupa rekayasa genetika atau modifikasi gen dan teknologi reproduksi. 
  • Menggunakan alat dan bahan canggih dan modern.
  • Memerlukan keahlian khusus dalam pembuatannya.
  • Skala produksi umumnya besar dan dengan biaya yang relatif mahal.

Contoh bioteknologi modern, yaitu pembuatan hormon insulin sintetik, bayi tabung, tanaman transgenik, dan inseminasi buatan,

 Sumber: https://www.ruangguru.com

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern

Nah, kalo dirangkum secara garis besar, baik bioteknologi konvensional, maupun bioteknologi modern, memiliki beberapa perbedaan, nih. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Sumber: https://www.ruangguru.com

Contoh Penerapan Bioteknologi

Di awal tadi udah disinggung ya beberapa contoh penerapan bioteknologi dalam pembuatan produk makanan dan minuman. Tapi, apakah cuma itu contoh bioteknologi? Tentu saja tidak. Seiring dengan perkembangan zaman, bioteknologi dikembangkan dalam berbagai sendi kehidupan. Yailah sendi.

Intinya nih, bioteknologi ngga cuma diterapkan dalam pengolahan produk makanan dan minuman aja, tapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti industri, pertanian, peternakan, bahkan reproduksi. Biar kamu lebih mudah mengingatnya, coba liat infografis ini deh!

 Sumber: https://www.ruangguru.com

Nah, pemanfaatan bioteknologi itu tidak hanya sebatas yang telah disebutkan, ya. Namun, masih terus dikembangkan seiring perkembangan zaman dan kebutuhan manusia. Bukannya ngga mungkin lho, suatu saat kamu yang jadi penemu penggunaan bioteknologi lainnya. Makanya, belajar yang rajin ya! Kalau kamu rajin belajar, pasti kamu makin pintar deh. 

 

 

 

 

Selasa, 25 Oktober 2022

Refleksi Topik 1 “Perkembangan Teknologi, Media, dan Pembelajaran”

 Oleh: Ruli Noor Muhaini/PPG Pendidikan Biologi 01 UNNES


REFLEKSI TOPIK 1

“Perkembangan Teknologi, Media, dan Pembelajaran”



Perkembangan TIK

Istilah TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mencakup banyak teknologi dan memungkinkan untuk menerima informasi serta berkomunikasi atau saling bertukar informasi dengan orang lain. TIK terus mengalami perkembangan yang cepat yang diikuti dengan kecanggihan perangkat tersebut. TIK mencakup semua teknologi yang dengannya seseorang dapat mendeteksi sinyal, menafsirkannya, dan bertukar informasi dengan orang lain. Istilah TIK adalah bentuk jamak, mengacu pada banyak teknologi. Singkatnya, TIK adalah istilah yang mencakup semua perangkat elektronik yang dengannya kita mengumpulkan, merekam, dan menyajikan informasi tersebut atau dengan istilah lain seseorang bertukar dan mendistribusikan informasi kepada orang lain. Literasi TIK meliputi kemampuan menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan atau jaringan untuk mengakses, mengatur, mengintegrasikan, mengevaluasi dan membuat bahan informasi. Adapun literasi media berhubungan dengan kemampuan untuk mengakses, menganalisa, dan mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk yang disebut juga sebagai media. Kemampuan ini memungkinkan peserta didik berbagi informasi melalui berbagai bentuk (contoh video, musik, podcast, tulisan, poster dll).

Perkembangan Teknologi sebagai Media Pembelajaran

Perkembangan dan kemajuan teknolgi informasi berjalan sangat cepat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, penyimpanan dan pengiriman data semakin murah dan semakin baik kualitasnya. Baik individu, institusi, maupun pemerintah ikut melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini. Bahkan dalam dunia pendidikan di Indonesia, sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi informasi tersebut. Apalagi dengan adanya program school net, jardiknas dan sebagainya, maka seluruh komponen lembaga pendidikan dituntut menyiapkan diri dengan menyiapkan sarana prasarana untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi tersebut.

Teknologi informasi ini akan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah. Demikian pula pada saat melakukan pertukaran data dan informasi antar sekolah, sekolah dengan masyarakat, sekolah dengan pemerintah daerah dan pusat, dan lain-lain, semuanya akan lebih efektif dan efisien jika memanfaatkan teknologi informasi.

Kebaeradaan sistem ini menjadikan seorang pelajar tidak perlu lagi pergi kesekolah seperti layaknya sekolah formal. Namun cukup meluangkan waktunya untuk bertatap muka dengan dosen atau guru lewat monitor komputer. Demikian juga pelajar tidak hanya memperoleh informasi tentang pengetahuan melalui buku perpustakaan bahkan harus pergi ke perpustakaan untuk memperoleh pengetahuan, namun cukup ada di depan monitor,  Pengetahuan yang akan dicari sudah tersedia. Bahkan seorang guru akan dengan mudah mencari bahan ajar yang sesuai dengan bidangnya dan juga seorang siswa dapat mendalami ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan didukung kemampuan untuk mencari informasi tambahan diluar yang diajarkan oleh guru. Demikian pula masyarakat (wali murid, Dewan pendidikan dan komite sekolah) juga dapat memberikan masukan dan mengontrol sekolah dalam memilih dan menggunakan buku pendidikan yang berkualitas.

Dengan demikian akan terjadi perubahan pola pikir serta kreatifitas guru dan siswa serta masyarakat dapat berkembang dengan pesat sehingga terjadi cakrawala berpikir yang lebih kontektual dan lebih mudah mencerna informasi yang masuk tersebut. Bahkan dalam lingkup pendidikan, sudah saatnya dibentuk suatu jaringan informasi yang memanfaatkan teknologi informasi ini. Dengan demikian terdapat suatu jaringan terhubung antar sekolah sebagai pertukaran data dan informasi secara cepat, akurat dan tentunya murah dalam segala bidang .Penyebaran ide maupun metode pembelajaran dalam proses pembelajaran yang lebih tepat pun akan lebih mudah sampai kepelosok daerah yang selama ini mengalami kesulitan untuk menerima informasi terkini.

Saat ini sekolah-sekolah mencoba menerapkan unsur-unsur teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan pendidikannya, baik dalam segi pembelajaran maupun dalam segi managemen pendidikan di sekolah tersebut. Beberapa Komponen utama sekolah berbasis TIK setidaknya terdiri dari:

1.       Konten dan Kurikulum

Konten yang disampaikan dalam Smart School bukan lagi pengetahuan yang terbatas pada pengetahuan kognitif, tetapi lebih dari itu juga disampaikan pendidikan nilai. Strategi dalam peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dicoba dengan pendekatan baru yakni manajemen mutu pendidikan berbasis sekolah (school based quality management). Konsep yang diluncurkan oleh Depdiknas ini berpijak dari teori effective school dengan memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan.

2. Proses Pembelajaran

Pada Smart School ini sistem pembelajaran berupa student-centered dimana siswa dituntut aktif untuk mengelaborasi informasi yang diperoleh serta secara kreatif dan terampil mengasah kemampuan berkolaboratif dalam memecahkan persoalan. Penerapkan metode “active learning” ini mengarah pada upaya melibatkan semua siswa dalam seluruh proses belajar mengajar (partisipasi aktif). Bahkan dalam topik tertentu, siswa diharapkan mampu menjadi guru bagi teman-temannya. Siswa tidak hanya belajar dari guru dan buku tetapi juga dari pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Selain metode active learning, siswa juga dapat merasa senang pada saat belajar karena terciptanya suasana belajar yang menyenangkan(joyful learning) sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang datang dari dalam diri pembelajar.

  1. Sarana dan Prasarana

Dalam rangka terbentuknya sekolah yang berbasis Smart School yang memiliki jaringan nasional maupun regional/internasional, maka sekolah yang dipilih harus melengkapi dirinya dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana baik ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, buku pelajaran, peralatan peraga pendidikan, serta sarana informasi, komunikasi, dan teknologi seperti komputer dan fasilitas internet. Fasilitas TIK selain sebagai media komunikasi juga merupakan sarana bagi warga sekolah untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasannya. Melalui internet setiap siswa dapat memperoleh berbagai informasi atau bahan pembelajaran yang mutakhir. Dengan fasilitas TIK, Smart school akan dapat mengembangkan program-program kerjasamanya, termasuk saling tukar gagasan inovasi pembelajaran dan materi pembelajaran.

  1. Kompetensi SDM Sekolah

Bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan. Maka perlu kiranya dibentuknya individu-individu yang berkualitas dengan memberikan pendidikan yang berkualitas sejak dini.

  1. Sistem Administrasi dan Manajemen Sekolah

Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Salah sat alat ukur mutu pendidikan pada suatu sekolah dapat dilihat pada tingkat kinerja sekolah tersebut. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, dan inovasinya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik.

  1. Infrastruktur dan Suprastruktur

Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah sebagai bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya. Konteks meliputi kemajuan ipteks, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah, tuntutan globalisasi dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya.

Untuk membentuk sekolah yang berbasis Smart School maka sekolah yang ditunjuk harus memiliki kualitas baik pada bidang akademik dan maupun non akademik. Mutu sekolah ini dipengaruhi oleh tingkat kesiapan (input) dan proses belajar mengajar yang didukung dengan media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Media-media pendidikan tersebut dapat berupa multimedia elektronika yang sarat dengan animasi, dan juga dapat berfungsi sebagai alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, sehingga siswa akan lebih tertarik dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan.

Dalam bidang pendidikan, media Internet memiliki 3 karakter , yaitu :

1) Sebagai media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many.

2) Memiliki sifat interaktif.

 

Adapun kendala yang masih dihadapi di Indonesia aalah jangkauan jaringan telekomunikasi yanmg masih terbatas. Infrastruktur ini masih menjadi kendala besar bagi lingkungan pendidikan dalam memanfaatkan jaringan teknologi informasi. Kendala lain adalah faktor biaya, baik biaya perangkat keras maupun perangkat lunak. Pada umumnya sekolah-sekolah yang memiliki laboratorium komputer punyai nilai plus bagi orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Secara umum hampir sebagian besar sekolah-sekolah untuk daerah perkotaan telah memiliki laboratorium tersebut , baik itu jaringan intranet mapun internet.

Untuk itu saat ini sangat tepatlah jika diruang guru disediakan seperangkat komputer yang yang telah terakses dengan jaringan teknologi informasi atau dikenal dengan Internet. untuk itu diperlukan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan baik pihak sekolah maupun siswa. Akan tetapi, dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh, pemanfaatan jaringan internet tampaknyaharus sudah masuk sebagai sumber belajar yang perlu diperhitungkan. bagi guru, internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih yaitu:

  1. Meningkatkan pengetahuan
  2. Berbagi sumber diantara rekan seprofesi
  3. Bekerja sama dengan guru diluar negri
  4. Berpartisipasi dalam forum pendidikan baik regional maupun internasional
  5. Mencari sumber bahan ajar
  6. Mencari metod belajar baru

Sedangkan bagi siswa Jaringan Informasi Internet menawarkan kesempatan untuk:

  1. Meningkatkan pengetahuan
  2. Meningkatkan kepekaan akam ermasalahan yang ada diseluruh dunia
  3. Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain baik dalam negri maupun luar negri
  4. Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
  5. Sebagai media praktek ilmu yang didapatkan di sekolah