Oleh: Ruli Noor Muhaini/PPG Pendidikan Biologi 01 UNNES
REFLEKSI TOPIK 1
“Perkembangan Teknologi, Media,
dan Pembelajaran”
Perkembangan TIK
Istilah TIK atau Teknologi
Informasi dan Komunikasi yang mencakup banyak teknologi dan memungkinkan untuk
menerima informasi serta berkomunikasi atau saling bertukar informasi dengan
orang lain. TIK terus mengalami perkembangan yang cepat yang diikuti dengan
kecanggihan perangkat tersebut. TIK mencakup semua teknologi yang dengannya
seseorang dapat mendeteksi sinyal, menafsirkannya, dan bertukar informasi
dengan orang lain. Istilah TIK adalah bentuk jamak, mengacu pada banyak
teknologi. Singkatnya, TIK adalah istilah yang mencakup semua perangkat
elektronik yang dengannya kita mengumpulkan, merekam, dan menyajikan informasi
tersebut atau dengan istilah lain seseorang bertukar dan mendistribusikan
informasi kepada orang lain. Literasi TIK meliputi kemampuan menggunakan
teknologi digital, alat komunikasi dan atau jaringan untuk mengakses, mengatur,
mengintegrasikan, mengevaluasi dan membuat bahan informasi. Adapun literasi
media berhubungan dengan kemampuan untuk mengakses, menganalisa, dan
mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk yang disebut juga sebagai media.
Kemampuan ini memungkinkan peserta didik berbagi informasi melalui berbagai
bentuk (contoh video, musik, podcast, tulisan, poster dll).
Perkembangan Teknologi sebagai Media Pembelajaran
Perkembangan dan kemajuan
teknolgi informasi berjalan sangat cepat. Seiring dengan perkembangan teknologi
informasi, penyimpanan dan pengiriman data semakin murah dan semakin baik
kualitasnya. Baik individu, institusi, maupun pemerintah ikut melakukan berbagai
upaya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini. Bahkan dalam
dunia pendidikan di Indonesia, sudah saatnya kita memanfaatkan teknologi
informasi tersebut. Apalagi dengan adanya program school net, jardiknas
dan sebagainya, maka seluruh komponen lembaga pendidikan dituntut menyiapkan
diri dengan menyiapkan sarana prasarana untuk memanfaatkan perkembangan
teknologi informasi tersebut.
Teknologi informasi ini akan
memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Hal ini berkaitan dengan
semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak
semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah. Demikian pula pada saat melakukan
pertukaran data dan informasi antar sekolah, sekolah dengan masyarakat, sekolah
dengan pemerintah daerah dan pusat, dan lain-lain, semuanya akan lebih efektif
dan efisien jika memanfaatkan teknologi informasi.
Kebaeradaan sistem ini
menjadikan seorang pelajar tidak perlu lagi pergi kesekolah seperti layaknya
sekolah formal. Namun cukup meluangkan waktunya untuk bertatap muka dengan
dosen atau guru lewat monitor komputer. Demikian juga pelajar tidak hanya
memperoleh informasi tentang pengetahuan melalui buku perpustakaan bahkan harus
pergi ke perpustakaan untuk memperoleh pengetahuan, namun cukup ada di depan
monitor, Pengetahuan yang akan dicari sudah tersedia. Bahkan seorang guru
akan dengan mudah mencari bahan ajar yang sesuai dengan bidangnya dan juga
seorang siswa dapat mendalami ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan didukung
kemampuan untuk mencari informasi tambahan diluar yang diajarkan oleh guru.
Demikian pula masyarakat (wali murid, Dewan pendidikan dan komite sekolah) juga
dapat memberikan masukan dan mengontrol sekolah dalam memilih dan menggunakan
buku pendidikan yang berkualitas.
Dengan demikian akan terjadi
perubahan pola pikir serta kreatifitas guru dan siswa serta masyarakat dapat
berkembang dengan pesat sehingga terjadi cakrawala berpikir yang lebih
kontektual dan lebih mudah mencerna informasi yang masuk tersebut. Bahkan dalam
lingkup pendidikan, sudah saatnya dibentuk suatu jaringan informasi yang
memanfaatkan teknologi informasi ini. Dengan demikian terdapat suatu jaringan
terhubung antar sekolah sebagai pertukaran data dan informasi secara cepat,
akurat dan tentunya murah dalam segala bidang .Penyebaran ide maupun metode
pembelajaran dalam proses pembelajaran yang lebih tepat pun akan lebih mudah
sampai kepelosok daerah yang selama ini mengalami kesulitan untuk menerima
informasi terkini.
Saat ini sekolah-sekolah
mencoba menerapkan unsur-unsur teknologi informasi dan komunikasi dalam
pelaksanaan pendidikannya, baik dalam segi pembelajaran maupun dalam segi
managemen pendidikan di sekolah tersebut. Beberapa Komponen utama sekolah
berbasis TIK setidaknya terdiri dari:
1. Konten dan Kurikulum
Konten yang disampaikan
dalam Smart School bukan lagi pengetahuan yang terbatas pada pengetahuan
kognitif, tetapi lebih dari itu juga disampaikan pendidikan nilai. Strategi
dalam peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dicoba dengan pendekatan baru
yakni manajemen mutu pendidikan berbasis sekolah (school based quality
management). Konsep yang diluncurkan oleh Depdiknas ini berpijak dari teori
effective school dengan memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan.
2. Proses Pembelajaran
Pada Smart School ini sistem
pembelajaran berupa student-centered dimana siswa dituntut aktif untuk
mengelaborasi informasi yang diperoleh serta secara kreatif dan terampil
mengasah kemampuan berkolaboratif dalam memecahkan persoalan. Penerapkan metode
“active learning” ini mengarah pada upaya melibatkan semua siswa dalam seluruh
proses belajar mengajar (partisipasi aktif). Bahkan dalam topik tertentu, siswa
diharapkan mampu menjadi guru bagi teman-temannya. Siswa tidak hanya belajar
dari guru dan buku tetapi juga dari pemanfaatan komputer sebagai media
pembelajaran untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Selain
metode active learning, siswa juga dapat merasa senang pada saat belajar karena
terciptanya suasana belajar yang menyenangkan(joyful learning) sehingga dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa yang datang dari dalam diri pembelajar.
- Sarana dan Prasarana
Dalam rangka terbentuknya
sekolah yang berbasis Smart School yang memiliki jaringan nasional maupun
regional/internasional, maka sekolah yang dipilih harus melengkapi dirinya
dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana baik ruang kelas, laboratorium,
perpustakaan, buku pelajaran, peralatan peraga pendidikan, serta sarana
informasi, komunikasi, dan teknologi seperti komputer dan fasilitas internet.
Fasilitas TIK selain sebagai media komunikasi juga merupakan sarana bagi warga
sekolah untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasannya. Melalui internet setiap
siswa dapat memperoleh berbagai informasi atau bahan pembelajaran yang mutakhir.
Dengan fasilitas TIK, Smart school akan dapat mengembangkan program-program
kerjasamanya, termasuk saling tukar gagasan inovasi pembelajaran dan materi
pembelajaran.
- Kompetensi SDM Sekolah
Bangsa kita perlu terus
mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu
berperan dalam persaingan global, maka sebagai. Oleh karena itu, peningkatan
kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara
terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan.
Maka perlu kiranya dibentuknya individu-individu yang berkualitas dengan
memberikan pendidikan yang berkualitas sejak dini.
- Sistem Administrasi dan Manajemen Sekolah
Suatu sistem pendidikan
dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara
menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin
melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan
membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk
mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan
program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara
berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan
dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan,
keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
terus berkembang.
Manajemen pendidikan itu
terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan
juga pelaksanaannya. Salah sat alat ukur mutu pendidikan pada suatu sekolah
dapat dilihat pada tingkat kinerja sekolah tersebut. Kinerja sekolah adalah
prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja
sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya,
efisiensinya, dan inovasinya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat
dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi
sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang
tinggi dalam prestasi akademik.
- Infrastruktur dan Suprastruktur
Sekolah yang mampu
menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah sebagai
bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya. Konteks meliputi kemajuan
ipteks, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah, tuntutan globalisasi
dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya.
Untuk membentuk sekolah yang
berbasis Smart School maka sekolah yang ditunjuk harus memiliki kualitas baik
pada bidang akademik dan maupun non akademik. Mutu sekolah ini dipengaruhi oleh
tingkat kesiapan (input) dan proses belajar mengajar yang didukung dengan
media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami
materi pembelajaran. Media-media pendidikan tersebut dapat berupa multimedia
elektronika yang sarat dengan animasi, dan juga dapat berfungsi sebagai alat
peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, sehingga siswa akan lebih
tertarik dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan.
Dalam bidang pendidikan, media Internet memiliki 3
karakter , yaitu :
1) Sebagai
media interpersonal dan juga sebagai media massa yang memungkinkan terjadinya
komunikasi one-to-one maupun one-to-many.
2) Memiliki
sifat interaktif.
Adapun kendala yang masih
dihadapi di Indonesia aalah jangkauan jaringan telekomunikasi yanmg masih
terbatas. Infrastruktur ini masih menjadi kendala besar bagi lingkungan
pendidikan dalam memanfaatkan jaringan teknologi informasi. Kendala lain adalah
faktor biaya, baik biaya perangkat keras maupun perangkat lunak. Pada umumnya
sekolah-sekolah yang memiliki laboratorium komputer punyai nilai plus bagi
orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Secara umum hampir sebagian besar
sekolah-sekolah untuk daerah perkotaan telah memiliki laboratorium tersebut ,
baik itu jaringan intranet mapun internet.
Untuk itu saat ini sangat
tepatlah jika diruang guru disediakan seperangkat komputer yang yang telah
terakses dengan jaringan teknologi informasi atau dikenal dengan Internet.
untuk itu diperlukan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan baik pihak
sekolah maupun siswa. Akan tetapi, dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh,
pemanfaatan jaringan internet tampaknyaharus sudah masuk sebagai sumber belajar
yang perlu diperhitungkan. bagi guru, internet menawarkan beberapa kesempatan
untuk diraih yaitu:
- Meningkatkan pengetahuan
- Berbagi sumber diantara rekan seprofesi
- Bekerja sama dengan guru diluar negri
- Berpartisipasi dalam forum pendidikan baik regional maupun
internasional
- Mencari sumber bahan ajar
- Mencari metod belajar baru
Sedangkan bagi siswa
Jaringan Informasi Internet menawarkan kesempatan untuk:
- Meningkatkan pengetahuan
- Meningkatkan kepekaan akam ermasalahan yang ada diseluruh dunia
- Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain baik dalam negri maupun
luar negri
- Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
- Sebagai media praktek ilmu yang didapatkan di sekolah